20130522

Me Vs Jogja - Prologue



      Orang tidak akan pernah mengetahui ke mana akhirnya takdir membawa, sebelum akhirnya dia merasakan dan menemukan ‘hal ini’ lah yang aku mau. Pencarian jati diri seseorang memiliki langkah mereka masing-masing. Orang harus mencari passion mereka baru tahu apa yang sebenarnya menjadi alasan mereka terlahir di dunia ini. Kadang kala antara passion dengan impian tidak berjalan seiringan.
      Aku sendiri sempat merasa hilang arah dan tidak tahu mau ke mana sebenarnya kaki ini ingin melangkah. Gadis-gadis seumuranku biasanya sudah mempunyai seseorang dalam hidupnya atau bahkan mungkin sudah menikah dengan pujaan hatinya. Sedangkan aku, masih tetap berdiri di tempat yang sama tidak bisa berjalan apa lagi berlari ke arah yang menjadi tujuan hidup.
      Kebanyakan orang tua akan mulai bertanya ke mana anak gadisnya akan pergi ketika sudah mencapai pertengahan 20 tahun. Hal ini juga yang terjadi pada diriku. Pertanyaan paling menohok ketika mamaku mulai bertanya, “kapan mau lulus? Terus kalau udah lulus mau ngapain? Terus nikahnya kapan?”. Mungkin untuk pertanyaan pertama dan kedua aku sudah bisa menjawabnya, aku akan lulus secepatnya dan kemudian melanjutkan S2, bekerja sesudahnya. Tapi untuk pertanyaan yang terakhir, jujur aku tidak bisa menjawab pasti kapan.
      Usiaku 24 ketika menulis kisah ini. Kisah yang ingin aku tuliskan untuk mengenang kehidupanku yang biasa-biasa saja namun bermakna untuk orang di sekitarku. Aku baru akan lulus SMA ketika pertanyaan pertama orang tuaku membuat aku bingung. “Mau kuliah di mana, dek? Ngambil apa? Terus entar kalau lulus mau jadi apa?”. Jawabannya, aku juga ragu. Ketika lulus SMA dan mencapai saat aku sudah bosan harus mengikuti semua keinginan orang tuaku, akhirnya aku memutuskan aku hanya ingin melakukan apa yang aku mau. Ketika saat itu, aku benar-benar menyukai bahasa asing dan ingin mempelajari budaya asing dan kalau ada rejeki, aku ingin melanjutkan ke luar negeri. Sejak awal memutuskan itu, jujur aku ingin masuk ke kelas bahasa yang tersedia di sekolahku, tapi sekali lagi orang tua tidak mengijinkan dan lebih menginginkan aku mengambil kelas IPA, walaupun sekarang terbukti pelajaran di kelas IPA tidak semua aku gunakan dalam hidup. Such as wasting time.
      Kalau mengingat masa itu, aku jujur belum menentukan ke mana arah hidupku. Kalau harus jujur aku selalu menyukai dunia seni, entah itu menari, menyanyi, bermain musik, design, dan sebagainya. Tapi keinginan itu sekali lagi tidak mendapatkan restu orang tua. Aku ingat orang tuaku pernah bertanya, “memangnya anak-anak yang mengambil seni musik atau seni tari di kampus itu nantinya akan jadi apa?”, aku? Menjawab pun percuma, karena jawabanku tidak akan memuaskan mereka. Pertanyaannya, apakah pekerjaan yang layak akhirnya akan membawa kebahagian untuk diri mereka? Apakah orang yang hidup dari musik dan tari tidak bisa menghidupi diri mereka dan keluarga mereka? Apa tidak cukup orang hidup dengan passion mereka masing-masing. Mungkin mereka akan bilang, “Berhentilah bermimpi!”, dan aku akan membuktikan pada mereka, aku akan hidup dari mimpiku.
      Kehidupan yang sebenarnya baru aku rasakan ketika akhirnya aku keluar dari rumah, dan memutuskan untuk kuliah di luar kota Malang, Jogja, kampus biru yang menjadi idaman banyak remaja. Di Jogja pula aku menemukan jati diriku, menemukan apa yang disebut teman, apa yang disebut kehidupan, apa yang disebut kebahagiaan. Jogja adalah tempat yang aku sebut rumah kedua. Tempat aku pulang, tempat aku bersandar, tempat aku belajar menjadi lebih dewasa. Bukan bermaksud meninggalkan Batu, tempat di mana orang tua dan saudaraku tinggal. Tapi, aku tidak memiliki ikatan batin yang sama seperti yang aku rasakan dengan Jogja. Maklum saja aku hanya menghabiskan 3 tahun hidup di Batu, sedangkan di Jogja, ini sudah hampir 5 tahun aku menghabiskan waktu hidupku. Aku benar-benar jatuh cinta dengan kota ini. Kota yang menciptakan sejuta kenangan, sejuta cita-cita, sejuta harapan, dan sejuta keingintahunan. Dan di kota ini, ceritaku berawal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar